Berita Codex Indonesia

Galeri Foto

 Lihat Semua

Sidang ke - 39 Codex Alimentarius Commission (CAC), Roma, 27 Juni - 1 Juli 2016

12 Jul 2016 9:52 AM

Standar internasional untuk batas maksimal kandungan Arsen (As) dalam beras pecah kulit yang belum disosoh (husked rice) sebesar maksimum 0,35 mg/kg (ppm) yang didukung oleh Indonesia berhasil disetujui dalam Sidang ke - 39 Codex Alimentarius Commission (CAC) yang diadakan di Roma, Italia pada tanggal 27 Juni - 1 Juli 2016. Sebagai negara produsen dan sekaligus pengkonsumsi beras dalam jumlah relatif besar, maka penentuan batas maksimal kontaminan pada beras ini sangat penting bagi Indonesia.

 

CAC yang telah beroperasi sejak tahun 1963 adalah organisasi yang dibentuk oleh PBB melalui forum kerjasama FAO dan WHO yang diberi tugas untuk menangani standar pangan internasional. Indonesia bergabung menjadi anggota CAC sejak tahun 1971 dan selama ini menjadi anggota yang aktif dalam pembahasan rancangan standar internasional yang diterbitkan oleh Codex. Sidang CAC ke - 39 tersebut dihadiri oleh sekitar 500 delegasi dari 169 negara anggota CAC dan sejumlah peserta yang berasal dari organisasi ilmiah terkait pangan sebagai observer.

 

Dalam sidang CAC ke - 39 tersebut juga telah disepakati proyek baru (new work) terkait penyusunan pedoman pengendalian histamin dalam produk perikanan termasuk tata cara pengambilan sampelnya. Indonesia mendukung new work ini, dengan alasan bahwa industri perikanan di Indonesia umumnya adalah industri skala kecil/menengah, maka dengan adanya pedoman akan sangat membantu untuk upaya pengembangan dan pembinaan industri tersebut.

 

Agenda utama lain yang dibahas adalah penetapan nilai acuan nutrisi (nutrient reference value, NRV) untuk pelabelan yang terdiri dari Copper, Iron, Magnesium, dan Phosphorus. Khusus untuk Vitamin E, Indonesia mengusulkan untuk mengembalikan pembahasan NRV pada step 3, sampai pembahasan tentang conversion factor diselesaikan. Artinya akan dilakukan lagi sirkulasi kepada negara anggota Codex untuk pembahasan NRV Vitamin E.  Sebagai negara penghasil minyak sawit yang kandungan Vitamin E nya cukup tinggi, khususnya tocopherol dan tocotrioenol, maka Indonesia mempunyai kepentingan pada pembahasan mengenai NRV Vitamin E.

 

Delegasi RI pada sidang CAC ke - 39 ini dipimpin oleh Kukuh S. Achmad, Deputi Bidang Penerapan Standar dan Akreditasi, Badan Standardisasi Nasional dengan anggota terdiri dari perwakilan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Luar Negeri (Kemlu), anggota Panitia Nasional Codex Indonesia dan KBRI Roma. (ksa)

Copyright © 2017 Codex Indonesia. All Rights Reserved.