Berita Codex Indonesia

Galeri Foto

 Lihat Semua

SIDANG CODEX COMMITTEE ON FOOD IMPORT AND EXPORT INSPECTION AND CERTIFICATION SYSTEM KE-22, DI MELBOURNE, AUSTRALIA

15 Feb 2016 14:46 PM

SIDANG CODEX COMMITTEE ON FOOD IMPORT AND EXPORT INSPECTION AND CERTIFICATION SYSTEM KE-22, DI MELBOURNE, AUSTRALIA

 

 

Pada tanggal 6 - 12 Februari 2016 telah diselenggarakan Sidang Codex Committee on Food Impor and Export Inspection and Certification Systems (CCFICS) ke-22, yang bertempat  di Pullman on the Park Hotel, Melbourne, Australia. Sidang dipimpin oleh Mr. Gregory Read (First Assistant Secretary, Exports Division, Department of Agriculture and Water Resources, Australia) didampingi oleh perwaklan dari secretariat Codex serta dihadiri delegasi dari 51 negara anggota, 9 organisasi pemerintah dan non-pemerintah termasuk perwakilan dari FAO dan WHO.

 

Delegasi RI dipimpin oleh Prof. Dr. Ir. Purwiyatno Hariyadi, M.Sc, DirekturSoutheast Asian Food and Agrcultural Science and Technology (SEAFAST) Center – Institut Pertanian Bogor (IPB) dengan anggota delegasi terdiri dari pejabat/wakil Kementerian Perdagangan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perindustrian, dan Badan POM.

 

CCFICS merupakan salah satu komite dalam CAC yang bertugas untuk menyusun prinsip-prinsip dan pedoman internasional terkait sistem sertifikasi dan inspeksi dalam sistem pengawasan pangan, dengan mengharmonisasikan metode dan prosedur, dengan tujuan untuk melindungi konsumen dan mendukung perdagangan pangan (khususnya ekspor dan impor) yang adil.

Dalam sidang ke-22 ini telah disepakati bahwa akan diusulkan 3 (tiga) draft pedoman untuk diadopsi dalamSidang Codex Alimentarius Commission (CAC) ke-39 yang akan dilaksanakan pada Juni 2016 di Roma, Italia.  Ketiga draft pedoman tersebut yaitu: (i) Draft Principles and Guidelines for the Exchange of Information between Importing and Exporting Countries to Support the Trade in Food; (ii) DraftRevision of thePrinciples and Guidelines for the Exchange of Information in Food Safety Emergency Situations; dan (iii)Draft Revision of the Guidelines for the Exchange of Information between Countries on Rejections of Imported Food .

 

Selain itu, masih terdapat dokumen yang disepakati untuk dilanjutkan pembahasannya melalui electronic working group maupun physical working group yaitu: (i) Draft Proposed Guidance for Monitoring the Performance of National Food Control Systems; (ii) Discussion paper on the use of electronic certificates by competent authorities and migration to paperless certification; (iii) Project Document for New work to Develop guidance on the Use of system equivalence/comparability; (iv) Proposed on Codex Work on Food Integrity/Food Authenticity as Emerging Issues; dan (v) Recognition on Third Parties Certification.

 

Dalam pembahasan terkaitemerging issue, Indonesia menyampaikan ketertarikan pada pengembangan dokumen pedoman terkait hubungan antar lembaga dalam pengawasan ekspor impor pangan. Australia akan memperbaiki discussion paper on consideration of emerging issues and future directions for the work of CCFICS, yang memuat daftar prioritas emerging issue termasuk mengakomodasi masukan dari Indonesia, serta akan dilengkapi dengan  referensi yang dikembangkan oleh kelompok kerja lainnya seperti perjanjian fasilitasi perdagangan maupun ketentuan dari World Custom Organization (WCO).

 

Menindaklanjuti hasil-hasil sidang tersebut, maka Indonesia perlu berpartisipasi aktif sebagai anggota eWG dalam penyusunan beberapa dokumen yang akan dibahas pada sidang CCFICS selanjutnya.Kementerian Perdagangan berkoordinasi dengan Kementerian/Lembaga terkait perlu melakukan diseminasi terkait dokumen CCFICS yang akan diadopsi oleh CAC, sehingga dokumen yang dihasilkan oleh CCFICS dapat dipahami dan dimanfaatkan secara optimal oleh otoritas kompeten dan stakeholder dalam pelaksanaan inspeksi dan sertifikasi terkait ekspor impor pangan.Untuk itu, diperlukan komitmen dari seluruh stakeholder dalam pembahasan mendalam dan efektif mengenai posisi dan kepentingan Indonesia, sehingga dapat didiskusikan pada sidang CCFICS yang akan datang  dan dokumen yang dihasilkan bermanfaat bagi Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Copyright © 2017 Codex Indonesia. All Rights Reserved.