Berita Codex Indonesia

Galeri Foto

 Lihat Semua

Capacity Building Codex Indonesia Tekankan Pentingnya Keterlibatan Indonesia dalam Forum Codex

16 Apr 2019 15:19 PM

Direktorat Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal, BSN selaku Sekretariat Codex Contact Point Indonesia bekerja sama dengan Direktorat Standardisasi dan Pengendalian Mutu, Kementerian Perdagangan selenggarakan Capacity Building Codex Indonesia pada tanggal 11 April 2019 di Ruang Anggrek, Kementerian Perdagangan.

 

Bertujuan untuk menguatkan sumber daya manusia yang menangani pengelolaan organisasi Codex Indonesia, kegiatan ini mengangkat tema mengenai isu strategis dan masalah perdagangan pangan internasional serta keterkaitannya dengan standar Codex. Kegiatan ini dihadiri oleh kurang lebih 45 peserta yang berasal dari perwakilan sekretariat Mirror Committee Codex Indonesia, Kementerian/ Lembaga yang menangani SPS dan TBT WTO, serta Kementerian/Lembaga yang berperan dalam proses perdagangan pangan internasional.

Plt. Deputi Pengembangan Standar – BSN, Kukuh S. Achmad memberikan sambutan pada kegiatan ini. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa tema yang diangkat pada capacity building kali ini dinilai sangat penting karena Indonesia terlibat secara aktif dalam ekspor dan impor bahan pangan. Selain itu, beberapa isu yang dibahas pada forum Codex saat ini juga berpotensi untuk memberikan dampak langsung terhadap ekspor pangan Indonesia, salah satunya 3-MCPDEs pada produk Kelapa Sawit yang merupakan salah satu komoditi unggulan Indonesia.

 

Kegiatan capacity building dibuka oleh Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Veri Anggrijono dengan menyampaikan bahwa Kementerian Perdagangan sangat mendukung keterlibatan aktif Indonesia dalam forum Codex.

Materi Pertama mengenai Pentingnya Keterlibatan Indonesia Dalam Forum Codex untuk Perdagangan Pangan Internasional disampaikan oleh Prof. Purwiyatno Hariyadi selaku Vice-Chairperson CAC. Beliau menyampaikan beberapa poin penting diantaranya proses pengembangan standar Codex, titik kritis serta pentingnya keterlibatan dalam pengembangan standar Codex, serta dampak standar codex terhadap perdagangan pangan internasional. Dari beberapa kasus perdagangan pangan internasional, beliau menyampaikan bahwa keterlibatan Indonesia dalam Forum Codex sangatlah penting terutama dalam kaitannya dengan perdagangan pangan internasional. Oleh karena itu beliau menekankan agar Indonesia dapat memberikan “pengaruh” strategis dalam proses pengembangan standar Codex.

 

Materi selanjutnya mengenai Isu Strategis dan Masalah Perdagangan Pangan Internasional disampaikan oleh Direktur Standardisasi dan Pengendalian Mutu – Kementerian Perdagangan, Frida Adiati selaku Koordinator Mirror Committee Codex Committee on Food Import and Export Inspection and Certification Systems Indonesia. Dalam paparannya, beliau menyampaikan beberapa kasus hambatan ekspor pangan Indonesia yang terjadi akibat tidak terpenuhinya standar keamaan pangan. Tidak terpenuhinya standar tersebut dapat dipengaruhi oleh penanganan bahan pangan yang akan diekpor disepanjang rantai pangan ataupun adanya perbedaan standar acuan yang digunakan di Indonesia dengan negara tujuan ekpor. Untuk itu, beliau memberikan rekomendasi agar Indonesia dapat melakukan harmonisasi standar internasional terutama standar Codex yang selama ini dijadikan acuan oleh WTO untuk penanganan dispute.

Kegiatan capacity building Codex Indonesia ditutup dengan diskusi yang dipimpin oleh Direktur Pengembangan Standar Agro, Kimia, Kesehatan dan Halal – BSN, Wahyu Purbowasito selaku Sekretariat Codex Contact Point Indonesia. Diharapkan kegiatan capacity building Codex Indonesia ini dapat menambah wawasan dan pemahaman para peserta sehingga kedepannya dapat bermanfaat baik dalam proses pengembangan standar pangan internasional maupun dalam proses perdagangan pangan internasional. (ccp)

Copyright © 2019 Codex Indonesia. All Rights Reserved.