Berita Codex Indonesia

Galeri Foto

 Lihat Semua

Pentingnya Partisipasi Aktif Indonesia dalam Penyusunan Code of Practice for the Reduction of 3-MCPDEs and Glycidyl Esters in Refined Oils and Food

06 Aug 2018 18:07 PM

Sidang Codex Committee on Contaminants in Foods (CCCF) ke-11 tahun 2017 menyepakati untuk meneruskan usulan Code of Practice for the Reduction of 3-monochloropropane-1,2-diol esters and glycidyl esters in refined oils and products made with refined oils, especially infant formula untuk diadopsi sebagai new work pada Sidang CAC ke-40.

Usulan tersebut disetujui oleh CAC sebagai new work dan dibentuk electronic working group (eWG) yang diketuai oleh USA dengan wakil ketua EU dan Malaysia untuk menyusun konsep awal dokumen. Pembahasan Code of Practice ini sangat penting bagi Indonesia karena menyangkut produk minyak sawit yang merupakan salah satu komoditi unggulan ekspor Indonesia. Oleh karena itu, wakil dari Direktorat Standardisasi Pangan Olahan BPOM selaku Koordinator Mirror Committee (MC) CCCF terlibat dalam penyusunan dokumen tersebut di eWG.

Pada Sidang CCCF ke-12 di Utrech, Belanda tanggal 12 – 16 Maret 2018, delegasi Indonesia telah menyampaikan bahwa proposed draft yang disiapkan oleh eWG tidak konsisten antara judul, ruang lingkup dan isinya.  Pada saat informal meeting Asia, usulan ini mendapat dukungan dari Negara Asia sehingga diusulkan agar ruang lingkup dari proposed draft Code of Practices tersebut tidak hanya mencakup vegetable oil, dan lebih spesifik ke palm oil, tapi juga seluruh refined oil, termasuk fish oil. Dengan demikian dokumen ini dianggap belum dapat diadopsi sebagai standar Codex.

Sebagai komprominya, Komite memutuskan untuk mengajukan Proposed drafts Code of practice for the reduction of 3-monochloropropane-1, 2-diol esters (3-MCPDE) and glycidyl esters (GE) in refined oils and products made with refined oils, especially infant formula untuk diadopsi oleh CAC ke-41 pada step 5 dan kembali membentuk eWG yang diketuai oleh USA untuk membahas perbaikan dokumen.

Saat ini eWG untuk menyusun perbaikan dokumen tersebut telah dibentuk, dan Indonesia turut berpartisipasi menjadi peserta eWG yang dikoordinasikan oleh Badan POM. Untuk dapat terlibat secara aktif pada pembahasan dokumen tersebut, diperlukan dukungan data dan kajian ilmiah dari instansi atau lembaga terkait sebagai dasar dalam menetapkan posisi Indonesia. Hasil pembahasan eWG akan didiskusikan lebih lanjut pada Sidang CCCF ke-13 yang akan dilaksanakan di Yogyakarta, Indonesia, tanggal 29 April – 3 Mei 2019. Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan pelaksanaan sidang ini untuk dapat menghadirkan lebih banyak pakar dan instansi yang terkait untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia.

Copyright © 2018 Codex Indonesia. All Rights Reserved.