Berita Codex Indonesia

Galeri Foto

 Lihat Semua

Capacity Building Workshop on Codex Alimentarius for Effective Participation in Codex Activities

15 Nov 2017 14:07 PM

Kegiatan Capacity Building Workshop on Codex Alimentarius dilaksanakan oleh Lembaga Training EU-BTSF (Better Training For Safer Food' Initiative) OPERA di Bangkok, Thailand tanggal 9-11 Oktober 2017 dihadiri  38 peserta yang merupakan wakil dari Negara Afganistan, Bangladesh, Bhutan, Cambodia, China, India, Indonesia, Japan, Lao PDR, Malaysia, Maldives, Mongolia, Myanmar, Nepal, Philippines, Republic of Korea, Singapore, Sri langka, Thailand, Vietnam, dan Codex Secretariat. Wakil Indonesia yang hadir pada workshop tersebut adalah Prof. Purwiyatno Hariyadi (Vice-Chair Codex Alimentarius Commission) dan Latifa Dinar (BSN). Workshop tersebut bertujuan untuk memperkuat kapasitas teknis dari Delegasi setiap Negara untuk berkontribusi dalam pengembangan standar Codex berdasarkan data ilmiah dan meningkatkan persiapan dan partisipasi efektif delegasi dalam sidang Codex.

 

Capacity Building Workshop on Codex Alimentarius dibuka oleh Patrick Deboyser Minister-Counsellor (Health and Food safety) Delegation of the European Union to Thailand dan Dr. Ponprome Chairidchai dari Director of Thai National Bureau of Agricultural Commodity and Food, Thai Ministry of Agriculture and Cooperatives sebagai wakil host government serta Thierry Chalus, Head of BTSF sector - Health and Food Safety Directorate General D1 selaku donor dan pelaksana kegiatan. 

 

Pada dasarnya kegiatan workshop tersebut mempelajari International agreements governing food trade (TBT WTO, SPS), informasi lengkap mengenai Codex Alimentarius Commission, risk analysis dalam Codex dan pengembangan standarnya serta dilakukan kegiatan simulasi sidang (mock session) pada sesi hari terakhir.  

 

Beberapa materi yang disampaikan pada workshop tersebut adalah Global dimension of food safety and its international regulation; History of Codex, objectives, Application of risk analysis in Codex work and standards elaboration; Overview of the Codex Alimentarius Commission’s Strategic Plan 2014-2019; Elaboration of Codex standards; Proposing new work in Codex, Developing national positions and written comments; Role of Regional Committees; sharing experience of EU membership and work in Codex; Horizontal Codex Committees and Horizontal Codex Committees; Testing Codex on-line information tools (include general information of Codex Online Commmeting Systems).


Dalam kesempatan tersebut, Prof Purwiyatno Hariyadi selaku Vice-Chair Codex Alimentarius Commission menyampaikan bahasan mengenai Codex Strategic Plan: Overview of the Codex Alimentarius Commission’s Strategic Plan 2014-2019 dan terlibat dalam kegiatan mock session sebagai Chair didampingi oleh Annamaria Bruno selaku Codex Secretariat.


Beliau menyampaikan bahwa Draft Codex Strategic Plan 2020-25 telah dibahas pada sidang terakhir yaitu The Executive Committee of The Codex Alimentarius Commission (CCEXEC) ke-73 Tahun 2017 yang mencakup tujuan dan sasaran yang didasarkan pada Rencana Strategis saat ini (2014-2019) dan mempertimbangkan kualitas indikator; temuan dari tinjauan reguler Codex; tujuan strategis FAO dan WHO; dan Sustainable Development Goal (SDGs). 

Pada hari terakhir dilakukan mock session yaitu kegiatan simulasi sidang Codex Alimentarius Commission untuk Sidang Codex Committee on Codex Committee on Cocoa Products and Chocolate (CCCPC) dengan  agenda proposed Draft Standard for Chocolate and Chocolate Products. Seluruh partisipan dilibatkan dan dikelompokkan menjadi Negara selaku ketua eWG, Negara Produsen/eksportir maju dan Negara berkembang, Negara Pengimpor, Asosiasi konsumen dan Industri. Seluruh partisipan dilibatkan bagaimana cara melakukan negosiasi sebelum sidang, persiapan penyusunan posisi serta penyampaian dan bagaimana mekanisme selama sidang berlangsung sampai penyusunan report sidang.

 

Kegiatan workshop juga melakukan online pre dan post self assessment test oleh panitia BTSF Opera kepada seluruh partisipan terhadap pengetahuan awal partisipan dan peningkatan pemahamannya terhadap materi yang disampaikan. Hasil assessment menujukkan pemahaman dan pengetahuan partisipan terhadap materi yang disampaikan mengalami peningkatan. 

Copyright © 2017 Codex Indonesia. All Rights Reserved.